Postingan

“Kesenian Bantengan, Salah Satu Kearifan Lokal Magis di Pasuruan“

Gambar
       Kesenian Bantengan di Pasuruan sudah ada sejak era Kerajaan Singhasari, awalnya sebagai bagian dari ritual keagamaan dengan pengaruh pencak silat, serta topeng kepala banteng sebagai simbol kekuatan. Kesenian Bantengan merupakan warisan hidup, yang kemudian tersebar di banyak daerah terutama di lereng pegunungan Jawa Timur, seperti Mojokerto, Malang, Batu, Lumajang, Kediri, hingga Pasuruan (khususnya desa di wilayah lereng Gunung Arjuno‑Welirang).  Pertunjukan Bantengan dijalankan oleh dua orang. Dua orang tersebut akan menjadi tubuh banteng. Pemain depan akan menjadi kepala dan kaki depan. Pemain belakang akan menjadi ekornya. Kedua pemain Bantengan tersebut dibalut kain hitam dan topeng kepala banteng. Para pemain juga terkadang memadukan kesenian Bantengan ini dengan beladiri silat selama pertunjukan. Irama musik gamelan, kendang, gong, dan jidor menciptakan atmosfer yang bersifat dramatis. Alunan juga dilengkapi dengan nyanyian syair atau mantra sebel...